Selasa, 24 Desember 2013 - 09:51:54 WIB
Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengan Ramuan Herbal
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Poliklinik LKTM - Dibaca: 83552 kali

Akhir-akhir ini dengan masuknya musim hujan yang terjadi diwilayah Sumatera Selatan perlu diwaspadai dan diantisipasi gejala penyakit Demam Berdarah Dengeu ( DBD) yang banyak menelan korban jiwa .Khusus di kotamadya Palembang ,Zona Merah penyakit DBD   terdapat di 2 kecamatan yaitu di kecamatan ilir Timur 1 dan Kec.Ilir Barat II.

Penyakit DBD adalah  adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Aedes aegypti bersarang di tempat penampungan air bersih, seperti; bak mandi, WC, tempayan, dan drum. Nyamuk ini tidak dapat berkembang biak di air kotor, seperti di: rawa, sungai, got, parit, comberan, dan tempat lain yang airnya berhubungan langsung dengan tanah.

Gejala penyakit demam berdarah antara lain suhu badan tinggi selama 2-7 hari, nyeri pada perut, lemah dan lesu. Gejala ini sangat umum, sehingga sangat sulit dibedakan dengan penyakit lain, seperti flu. Anak-anak lebih mudah terserang penyakit demam berdarah karena kurangnya daya tahan tubuh. Seperti menyebabkan: pendarahan, seperti muntah darah, berak darah, mimisan, atau gusi berdarah, anak menjadi lemah, tekanan darah turun, denyut nadi lemah(shock).

Secara sederhana untuk mengetahui apakah seseorang telah terserang  /tidaknya dari penyakit Demam berdarah yaitu dengan dengan memeriksa apakah ada bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk pada kulit,muka,lengan,dada atau perut.Lalu jika didapat bintik merah ,regangkan kulit disekitar bintik itu.Bila Bintik merah tidak hilang kemungkinan terkena penyakit demam berdarah .

Pertolongan pertama yang perlu diberikan kepada penderita yang terserang penyakit demam berdarah adalah dengan memberi oralit, minum yang banyak (boleh diberi minum air putih, susu atau minuman lainnya )lalu kompres dengan air. Selanjutnya segera bawa ke dokter atau puskesmas terdekat /RS untuk pemeriksaan dan pertolongan lebih lanjut .

Indonesia adalah Negara yang alamnya  kaya akan tumbuhan /herbal yang berkhasiat obat .Beragam tanaman obat dapat digunakan untuk mengatasi penyakit demam berdarah, baik berupa simplisia, serbuk, maupun sirup. Masih diperlukan penelitian untuk menghasilkan obat yang teruji mutu, keamanan, dan khasiatnya agar bisa dikembangkan sebagai obat fitofarmaka dan dimanfaatkan dalam pengobatan formal penyakit demam berdarah.

Terdapat lima jenis tanaman obat yang biasa digunakan masyarakat untuk mengatasi penyakit demam berdarah, yaitu pepaya gandul, kunyit, temu ireng, meniran, dan jambu biji. Tanaman tersebut diramu sedemikian rupa, baik dalam bentuk simplisia kering, serbuk maupun sirup.

Lima jenis tanaman tersebut sudah digunakan secara empiris sebagai obat tradisional, diketahui nama latin dan sistematikanya sehingga tidak salah dalam memilih jenis tanaman, diketahui kandungan zat berkhasiat dan golongan senyawa atau zat identitasnya, dan tanaman diproses sesuai dengan metode standar.

Daun Pepaya (Carica papaya) 3 ruas tengah 1  lembar

Untuk ramuan DBD, digunakan daun pepaya jantan (pepaya gandul). Daun pepaya mengandung berbagai enzim seperti papain, karpain, pseudokarpain, nikotin, kontinin, miosmin, dan glikosida karposid.

Manfaat empiris daun pepaya gandul adalah getah daun muda untuk obat pencahar, daunnya merangsang sekresi empedu serta sebagai obat sakit perut, demam malaria, dan penyakit cacing serta membantu proses pencernaan.

Daun pepaya sudah digunakan sebagai bahan ramuan obat di 23 negara dan mendapat prioritas sebagai tanaman obat utama menurut WHO.

Hasil penelitian mengenai khasiat daun pepaya menunjukkan bahwa papain pada daun pepaya memiliki efek terapi pada penderita inflamasi atau pembengkakan organ hati, mata, kelamin, dan usus halus. Pembengkakan organ hati ditemukan pada penderita demam berdarah. Di samping itu, daun pepaya juga memiliki aktivitas anti oksidan, anti koagulan, serta menyembuhkan luka lambung dan usus.

Daun Meniran (Phyllanthus niruri) 3 batang beserta akar

Meniran memiliki khasiat sebagai obat anti virus. Senyawa yang ditemukan pada meniran antara lain adalah triterpenoid, flavoniod, tanin, alkaloid, dan asam fenolat.

Secara empiris, rebusan daun meniran sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit hati, sebagai diuretik untuk hati dan ginjal, kolik, penyakit kelamin, obat batuk, ekspektoran, antidiare, seriawan / panas dalam, dan sebagai tonik lambung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meniran berfungsi menghambat DNA polimerase dari virus hepatitis B dan virus hepatitis sejenisnya, menghambat enzim reverse transcriptase dari retrovirus, sebagai anti bakteri, anti fungi, anti diare, dan penyakit gastrointestinal lainnya. Meniran juga memiliki fungsi meningkatkan ketahanan tubuh penderita dengan cara memacu fagositosis sel makrofag, fungsi proliferatif limfosit T, antibodi IgM dan IgG, aktivitas hemolitik, sitotoksisitas sel NK, dan khemotaksis neutrofil dan makrofag.

Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) 3 jari /ruas

Kunyit telah lama dimanfaatkan dalam ramuan obat tradisional untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, seperti stomakik, stimulan, karminatif, haematik, hepato-protektor, mengobati luka lambung dan ulser, sebagai pewarna makanan, bumbu, anti spasmodik, anti imflamasi, gangguan pencernaan, dan sebagai insektisida, bahan kosmetik, dan anti oksidan.

Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri (turmeron, zingiberene) dan zat berkhasiat dari golongan kurkuminoid (kurkumin I, II, dan III).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit memiliki aktivitas sebagai anti mikroba (berspektrum luas), antivirus HIV, anti oksidan, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, anti invasi sel kanker, anti reumatoid artritis (rheumatik), dan untuk mengobati penyakit pencernaan (tukak lambung).

Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa) 3 jari/ruas

Temu ireng telah banyak dimanfaatkan secara empiris untuk mengobati sel-sel hati yang rusak. Pada penderita demam berdarah, terjadi kerusakan sel-sel hati.

Secara empiris temu ireng juga bermanfaat untuk mengobati kolik, luka lambung dan usus, asma, batuk, menambah nafsu makan, memper cepat pengeluaran lokhia setelah melahirkan, mencegah obesitas, rematik, anthelmintik, dan sebagai sumber tepung.

Temu ireng mengandung minyak atsiri (turmeron, zingiberene), kurkuminoid (kurkumin I, II, dan III) serta alkaloid, saponin, pati, damar, dan lemak.

Daun Jambu Biji (Psidium guajava) 3 Lembar

Daun jambu biji sudah banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Secara empiris, daun jambu biji bersifat anti biotik dan telah dimanfaatkan untuk anti diare, sedangkan buahnya untuk obat pencahar, tanin mempersempit urat darah.

Daun jambu biji mengandung tanin, minyak atsiri, minyak lemak, dan minyak malat, sedangkan buahnya mengandung vitamin C yang tinggi.

Hasil penelitian yang dikutip dari berbagai sumber menunjukkan daun jambu biji terbukti dapat menghambat aktivitas enzim  reverse transcriptase dari virus dengue, tanin menghambat enzim reverse transcriptase maupun DNA polymerase dari virus serta menghambat pertumbuhan virus yang berinti DNA maupun RNA.

Hasil uji klinis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji selama 5 hari mempercepat pencapaian jumlah trombosit >100.000/µl, pemberian ekstrak kering setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/µl setelah 12-14 jam, tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Dengan demikian, ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk pengobatan kuratif demam berdarah.

RAMUAN DEMAM BERDARAH

BAHAN :

  • Kunyit                                     1 ruas
  • Meniran                                   3 herba
  • Daun jambu                             3 lembar
  • Temu ireng/temulawak              1 ruas
  • Daun pepaya jantan                  3 jari
  • Gula merah                              50 gr
  • Garam                                     Secukupnya
  • Jeruk nipis                               2 buah
  • Daun Pandan                           Secukupnya
  • Kapulaga                                 Secukupnya
  • Kayu Manis                              Secukupnya
  • Air                                           800 cc                         

CARA MEMBUAT :

  1. Cuci bersih semua bahan diatas diair mengalir, iris iris kecil
  2. Siapkan air rebusan dipanci stenlis/kaca/tanah dengan 4 gelas air
  3. Panaskan air sampai mendidih, lalu masukan semua bahan sampai air  menyusut menjadi setengahnya.
  4. Saring dinginkan

Minum tiap 4 jam sekali

Catatan :

  • Untuk anak anak minumkan tidak lebih 4 sendok tiap 4 jam
  • Ulangi sampai keadaan membaik