Selasa, 20 Oktober 2015 - 08:34:46 WIB
Meningkatkan Usia Harapan Hidup dengan Upaya Kesehatan Tradisional
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kegiatan LKTM - Dibaca: 238521 kali

Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) Palembang mengadakan Seminar Sehari bagi Puskesmas tentang “Meningkatkan Usia harapan Hidup dengan Upaya Kesehatan Tradisional”. Seminar sehari tersebut dilaksanakan di Puskesmas Sukajadi dan Puskesmas Sungai Dua.  Seminar ini mendapatkan tanggapan positif dari para peserta pelatihan.

Seminar sehari yang berlangsung di Puskemas Sukajadi dimulai dengan pemaparan tentang kondisi lansia yang ada di wilayah kerja puskesmas. Pada seminar sehari tersebut dr. Isferiyanto, M.Kes yang mewakili kepala Puskesmas Sukajadi memaparkan tentang “Poliklinik Lansia Puskesmas Sukajadi tahun 2013/2014”. Beliau mengemukakan tentang Wilayah kerja Puskesmas Sukajadi terdiri dari 4 kelurahan dan 4 desa yakni Sukajadi, Sukomoro, Air Batu, Tanah Mas, Talang Buluh, Pkl Benteng, Sungai Rengit Murni, dan Sungai Rengit.  Jumlah rata-rata kunjungan pasien lansia perbulan ke poliklinik lansia pada tahun 2014 adalah 120 – 125 orang. Beliau mengungkapkan bahwa penting bagi lansia untuk mengunjungi posyandu lansia agar derajat kesehatan lansia meningkat untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna.

Kata Sambutan Sukajadi

Sedangkan Puskesmas Sungai Dua Mengungkapkan bahwa pada awalnya gedung Puskesmas Sungai Dua adalah Pusat Pelatihan Kesehatan Masyarakat yang di bangun oleh Rotari Australia dan Rotari club Palembang,di resmikan pada tanggal 31 Oktober 1985. Pada tahun 1987dibuatlah kerja sama antara Bupati Kepala daerah Tk.II Musi Banyuasin dan Dekan FK.Unsri  untuk mengadakan pelayanan kesehatan masyarakat. Tahun 2003 terjadi pemekaran  kabupaten Musi Banyuasin maka Puskesmas Sungai Dua masuk dalam wilayah Banyuasin dan berada di bawah Dinas Kesehatan Banyuasin.

Pada paparan mengenai penyakit terbanyak yang ada di wilayah kerja Puskesmas sungai dua dikemukakan bahwa 2 penyakit terbesar adalah penyakit sistem otot dan jaringan ikat yang kedua adalah hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit yang diderita terbanyak adalah penyakit yang bersifat degeneratif dan tidak menular. Sedangkan cakupan pelayanan lansia pada puskesmas pada tahun 2014 adalah sebanyak 63,8 % yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Dari data tersebut nyata jumlah lansia meningkat dan oleh karena itu perlu untuk meningkatkan pelayanan terhadap lansia agar kualitas hidupnya meningkat. 

Seminar Sehari di Sukajadi

Pada paparan mengenai kesehatan tradisional dr. Febrika Wediasari dari LKTM mengemukakan materi berjudul “Mengenal Akupresur dalam Meningkatkan Kebugaran & Mengurangi Nyeri Lutut”.  Beliau mengungkapkan bahwa pijat telah dikenal dan digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan sejak zaman dahulu.

Akupresur adalah pijatan yang dilakukan penekanan pada titik-titik akupresur. Titik-titik akupresur merupakan pusat-pusat dimana energi vital terkumpu. Penekanan pada titik-titik ini akan memperlancar  transportasi cairan-cairan tubuh, sistem syaraf, sistem hormonal, sistem getah bening. Oleh karenanya akupresur juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Menjaga kebugaran tubuh dapat dilakukan dengan penekanan pada titik-titik LI4 (Hegu) bermanfaat untuk membantu memperbaiki pencernaan, PC6 (Neiguan) bermanfaat untuk menenangkan jantung, TE5 (Weiguan) bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh; LI10(Shousanli) bermanfaat untuk mengembalikan kekuatan tangan; ST36 (Zusanli) bermanfaat untuk meningkatkan stamina; LR3 (Taichong) bermanfaat untuk meredakan emosi; GB34 (Yinglingquan), GB39 (Xuanzhong) bermanfaat untuk mengembalikan kekuatan kaki; SP6 (Sanyinjiao) bermanfaat untuk mengembalikan kekuatan otot, urat & tulang; EXHN3 (Yintang), GV20 (Baihui) , GB20 (Fengchi), GB21 (Jianjing) bermanfaat untuk menjernihkan pikiran.

dr. Febrika Presentasi Seminar Sehari

Akupresur dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri, cara kerja penekanan pada titik akupresur adalah: pada titik akupresur di permukaan kulit sensitif terhadap perangsangan biolistrik. Perangsangan tersebut membuat otak mengeluarkan neuro transmitter endorfin, endorfin inilah yang dapat mengurangi rasa nyeri.  Selain itu cara kerja lainnya adalah dengan menutup pintu sinyal nyeri ke medula spinalis dan otak.

Pada paparan tersebut dr. Febrika mengungkapkan tentang nyeri yang sering dialami lansia yaitu nyeri lutut. Nyeri lutut dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab antara lain Osteoartritis, Kegemukan (Obesitas), Asam Urat, Cedera otot & sendi lutut, Infeksi tulang & sendi lutut, Autoimun (Rheumatoid Arthritis & Penyakit Lupus), Kanker tulang, dan lain-lain.

Pijatan pada Meridian Kandung Kemih (Gall bladder) dan Lambung (Stomach) pada daerah tungkai dapat mengurangi gejala nyeri lutut. Sedangkan penekanan pada titik akupresur antara lain dilakukan pada titik-titik ST36 (Zusanli), SP6 (Sanyinjiao), KI3 (Taixi) dan KI7 (Fuliu). Adapun fungsi pijatan tersebut adalah untuk membantu meningkatkan stamina, menguatkan otot, menguatkan fungsi ginjal.

Pada kesempatan tersebut juga Dennie Aprianah SKM memaparkan dan mempraktekan  bagaimana mengatasi nyeri lutut dengan melakukan olah gerak tubuh yang benar.  Selain itu beliau mengemukakan bahwa penderita nyeri lutut perlu memperhatikan hal-hal berikut antara lain;

  1. melakukan jalan kaki atau bersepeda,
  2. usahakan jika harus naik turun tangga agar mendahulukan kaki yang tidak sakit terlebih dahulu,
  3. usahakan tidak berdiri ataupun jongkok terlalu lama,
  4. jika perlu gunakan tongkat pada sisi sendi yang sakit,
  5. istirahat cukup 8 jam sehari,
  6. menggunakan sepatu yang nyaman tidak berhak tinggi dan alas tidak licin,
  7. menggunakan kasur tidur yang tidak terlalu empuk bila perlu gunakan papan,
  8. usahakan duduk dengan posisi tegak dan sandaran yang keras.

dr. Febrika Presentasi

Dr. Salilul Hulwan M., M.Kes dalam materi “Memanfaatkan Herbal untuk Kesehatan”.  Beliau memaparkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional telah mendapatkan pengakuan nasional maupun internasional.  Penggunaan herbal dalam pelayanan kesehatan tercantum dalam UU Kesehatan thn 2009. Penggunaan Jamu sebagai herbal perlu diintegrasikan melalui pengembangan dan pengintegrasian jamu ke dalam sistem pelayanan kesehatan yang berlaku.

Beliau memaparkan tanaman  obat adalah tumbuhan yang berkhasiat obat yang dapat :

  1. Meningkatkan status gizi
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh
  3. Menghambat/mencegah pertumbuhan sel yang tidak normal
  4. Menghilangkan rasa sakit
  5. Memperbaiki sel organ yang rusak

Oleh karena itu perlu untuk memanfaatkan TOGA sebagai sumber gizi dan kesehatan bagi keluarga.

Pada kesempatan tersebut juga dr. Salilul Hulwan menampilkan beberapa ramuan tradisional yang telah digunakan secara empiris. Ramuan empiris tersebut antara lain untuk membantu kondisi batuk lama, keluhan karena asam urat sering naik, keluhan kala menopause dan amandel pada anak. Untuk membantu mengatasi amandel pada anak,  resepnya adalah Adas 50 gr, Kurma 10 buah, Gula aren 50 gram, Air 500 cc. Semua bahan direbus sampai menjadi 250 cc saring,diminum pagi dan sore sampai amandel mengecil.

Resep ramuan tradisional lainnya yang telah dilakukan uji Saintifikasi Jamu hasil dari penelitian dari BP2TOOT di Tawangmangu, menampilkan resep tradisional untuk membantu mengatasi Kadar gula Darah yang tinggi, menurunkan kadar asam urat, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol.

Pada bagian akhir dari seminar Nirwani, SKM mengingatkan agar lansia dapat selalu diperhatikan agar kualitas kehidupannya meningkat agar dapat mandiri, produktif dan berguna. Perlu kerjasama lintas sektor dan lintas program untuk terus menerus mempromosikan kegiatan asuhan mandiri bagi para lansia. Asuhan mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan ramuan-ramuan dan keterampilan seperti akupresur untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan yang dirasakan para lansia. 

dr. Salilul Presentasi Seminar Sehari