Selasa, 20 Oktober 2015 - 15:34:05 WIB
Partisipasi LKTM pada Orientasi Pijat Bayi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kegiatan LKTM - Dibaca: 1034 kali

LKTM berpartisipasi dalam kegiatan Orientasi Pijat Bayi untuk stimulasi tumbuh kembang anak bagi TP PKK Kecamatan se-Kota Palembang dan TP PKK Kota Palembang. Kegiatan Orientasi ini diselenggarakan oleh TP PKK Propinsi Sumatera Selatan pada tanggal 29 September 2015. Kegiatan merupakan upaya promotif dan preventif agar dapat meningkatkan kesehatan bayi dan balita, kegiatan ini juga dimaksudkan agar para kader PKK dapat menyampaikan kembali ke masyarakat akan pentingnya atau bermanfaatnya pijat yang dilakukan bagi bayi dan balita.

Kegiatan Orientasi Pijat Bayi tersebut diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, materi paparan dari seorang Psikolog mengenai “Pengaruh Sentuhan terhadap Perkembangan dan Pertumbuhan Bayi”. Kemudian paparan materi dari LKTM mengenai “Mengenal Pijat Bayi sebagai Ashuan Mandiri”. Dalam materi yang disampaikan tersebut Tim LKTM terdiri dari dr. Febrika Wediasari, Dennie Aprianah SKM, Mursidah Resul SKM mengemukakan manfaat dan pentingnya pijat bagi bayi yang sebaiknya dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Kegiatan orientasi ini selain berisi materi mengenai teori pijat bayi juga disertai dengan praktek bagaimana melakukan pijat bayi dengan benar.

Pada paparan materi mengenai pijat bayi tersebut dr. Febrika mengemukakan bahwa Pijat Bayi sangat bermanfaat tidak saja bagi bayi tetapi juga bagi orang tua. Untuk itu beliau menekankan pentingnya orang tua belajar untuk melakukan pijat bayi. Terkadang orang tua yang baru punya bayi takut-takut untuk memegang bayi sehingga tidak berani menyentuh bayinya. Padahal sentuhan merupakan awal bagi bayi untuk membentuk rasa percaya bayi kepada orang tuanya.  

Pijat bayi sebagaimana diketahui telah dikenal sejak zaman dahulu, namun masih banyak yang beranggapan bahwa pijat bayi harus dilakukan oleh dukun padahal orang tua pun dapat mempelajari bagaimana melakukannya. Pijat bayi merupakan cara untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi.

Perlu diketahui oleh para kader dan agar dapat mengingatkan pada para orang tua agar pijat bayi untuk stimulasi ini tidak boleh dilakukan jika bayi demam tinggi dan bayi sakit. Hal ini karena bayi pada kondisi tersebut dalam kondisi lemah sehingga harus dipulihkan kondisinya terlebih dahulu dengan pemberian nutrisi yang baik atau jika perlu berobat ke dokter.

Dalam hal waktu pemijataan dapat dilakukan pada Pagi hari dan Malam hari, kenapa waktu-waktu tersebut karena pada saat pagi membuat nuansa ceria bagi bayi sedangkan malam hari membuat bayi santai dan mengantuk. Pada malam hari juga bagus untuk melatih bayi untuk tidur malam hari, sehingga bayi jadi cukup tidur. Diharapkan jika bayi cukup tidur metabolisme tubuh bayi berjalan dengan baik.

Mengenai mulai kapan pijat dilakukan dr. Febrika mengatakan dapat dilakukan sejak lahir, tetapi tentunya cara melakukan pemijatan tidak sama dengan orang dewasa. Cara memijat diawal kehidupan bayi sampai usia 1 bulan  adalah dengan cara melakukan gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan   halus (mengelus-elus bayi atau membelai bayi). Perlu diperhatikan bahwa bayi yang belum puput tali pusarnya tidak boleh dilakukan pemijatan pada daerah perut. Setelah bayi berusia 1 – 3 bulan Gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat. Sedangkan pada usia bayi  3 bulan – anak umur 3 tahun, seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang makin meningkat. Lama melakukan pijat sebaiknya 15 menit dan tidak boleh berlebihan karena dapat membuat otot-otot bayi cedera.

Persiapan juga perlu bagi orang tua yang akan memijat, harus mampu menyingkirkan gangguan-gangguan yang dapat menghambat keberhasilan pijat misalnya antara lain tidak mengaktifkan telepon genggam, menghidupkan TV, radio atau peralatan-peralatan yang dapat membuat lengah untuk sementara waktu. Hal ini dimaksuudkan agar orang tua dapat dengan tenang berkonsentasi dan dapat berkomunikasi dengan bayinya saat dilakukan pijat bayi  dan bayi pun dapat merasakan kedekatan dan rasa sayang orang tuanya. Jika bayi tersenyum pada orang tuanya dia akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Belaian orang tua pada bayi membuat otak mengeluarkan hormon endorfin yang bersifat menenangkan.

Manfaat pijat bagi bayi maupun balita antara lain, meningkatkan berat badan, membuat bayi semakin tenang, meningkatkan efektivitas istirahat (tidur bayi), meningkatkan pertumbuhan, memperbaiki konsentrasi bayi, meningkatkan produksi ASI, membantu meringankan ketidaknyamanan pencernaan & tekanan emosi, memacu perkembangan otak & sistim saraf, meningkatkan gerak peristaltik utk pencernaan, menstimulasi aktivitas N.Vagus utk perbaikan pernafasan, memperkuat sistim kekebalan tubuh, mengajari bayi sejak dini tentang bagian-bagian tubuh, meningkatkan aliran oksigen & nutrisi menuju sel.

Bagi orang tua pijat juga bermanfaat antra lain: membuat orang tua lebih rilek karena interaksi pijat menyenangkan, meningkatkan kepercayaan diri, memudahkan orang tua mengenali bayinya, dan membina ikatan kasih sayang orang tua & anak (bounding).

Paparan materi kemudian dilanjutkan dengan praktek yang dipandu oleh Mursidah Resul SKM dan Dennie Aprianah SKM. Pada kegiatan praktek ibu Mursidah mengingatkan agar pemijat harus menggunting kuku dan kulit keras yang berada disekitar kuku karena dapat menyakiti bayi. Serta tidak lupa untuk melepaskan cincin, gelang dan mencuci tangan dengan benar. Adapun ruangan yang perlu dipersiapkan adalah ruangan yang nyaman tidak terlalu dingin maupun panas dan tidak bising. Peralatan antara lain handuk, popok, minyak bayi, washlap dan baskom untuk air hangat.

Pijat bayi dimulai dari tungkai dan kaki terlebih dahulu kemudian perut,  dada, lengan, muka & kepala serta punggung, tak lupa diingatkan agar saat  melakukan pijat agar selalu memperhatikan raut muka bayi. Bayi yang menyenangi pijat akan tampak ceria dan tersenyum, jika bayi merasa kesakitan hati-hati mungkin tekanan terlalu kuat.

Selanjutnya peserta yang melakukan praktek dengan bimbingan dari Tim LKTM. Peserta tampak antusias untuk belajar melakukan pijat bayi. Pada sesi tanya-jawab ada  beberapa peserta tampak antusias bertanya. Antara lain dari:

Ibu Hamidah, Kec. Seberang Ulu 1 yang bertanya apakah bayi boleh dikerok dengan bawang?  Jawab; Ya, boleh. Asal bayi tidak alergi terhadap bawang. Lebih aman jika kerok dengan bawang dilakukan setelah bayi berusia 1 tahun keatas. Hal ini karena bayi biasanya kulit bayi lebih sensitif.

Ibu Nirwana, Kec. Ilir Barat 1 bertanya apakah bayi usia 6 bulan boleh dilakukan pijat? Jawab: Ya, boleh bahkan bayi baru lahir pun bisa dilakukan pijat asal dilakukan dengan benar.

Ibu Hamidah, Kec. Ilir Timur 1, bertanya saat bayi dipijat terkadang teraba ada “gerenjel-gerenjelan” apakah itu?  “Gerenjel-gerenjelan” atau benjolan-benjolan kecil yang terdapat pada saat memijat bayi merupakan penumpukan asam laktat yang ada didaerah tersebut. Namun perlu diperhatikan jika bayi mengalami benjolan di daerah-daerah tubuh yang ada pembuluh besarnya seperti ketiak dan pangkal paha. Hati-hati mungkin itu ada sakit serius yang dialami bayi.

Ibu Wine, Kec. kalidoni, bertanya ada anak yang usia 3 bulan tampak sesak dan riwayat saat lahir bayi tersebut sesak karena minum air ketuban, dan dokter mengatakan tidak ada apa-apa. Jawab jika dokter menyatakan tidak ada gangguan serius mungkin saja itu benar, jika orang tua masih kuatir juga sebaiknya cari pendapat kedua yang bisa menyatakan kondisi sebenarnya si bayi.

Ibu Nela, Kec. Kertapati, saya seorang batra pijat yang didapat turun temurun, saat saya memijat bayi saya mulai dari punggung terlebih dahulu baru kemudian lengan, tungkai, punggung apakah cara yang saya lakukan sudah benar? Jawab untuk pertanyaan ini narasumber belum punya kompetensi yang cukup namun jika pijat yang dilakukan adalah untuk pijat bayi dengan gangguan kesehatan. Biasanya bayi merasakan nyeri didaerah belikat karena cara menggendong yang salah.

Ibu Karyati, Kec. Ilir Timur 2, bertanya apakah berbahaya jika anak sering dipijat dan tidak pernah ke dokter? Jawab: Jika pijatnya merupakan salah satu cara stimulasi seperti yang dilakukan hari ini boleh dilakukan rutin sehari 3 kali pun boleh. Tetapi jika karena sakit sebaiknya tidak terlalu sering karena hal itu pertanda ada ketidaknyamanan yang dirasakan balita, sebaiknya segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Orientasi Pijat Bayi