Rabu, 11 November 2015 - 11:12:26 WIB
LKTM Palembang: Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 51 di Puskesmas Kampus Palembang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kegiatan LKTM - Dibaca: 4375768 kali

Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) Palembang mengadakan pembinaan lintas program pengembangan kesehatan tradisional komplementer.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas Kampus Palembang  dalam rangka peringatan hari kesehatan nasional yang ke 51.  Pengobatan tradisonal komplementer tersebut meliputi tindakan akupunktur dan EFT (Emotional Freedom Technic).

Kegiatan  ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 Nopember 2015 atas kerjasama antara  LKTM Palembang dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang yang bertempat di Puskesmas Kampus Palembang.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pengobatan tradisional komplementer kepada masyarakat, yang nanti harapannya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pengobatan tradisional komplementer baik berupa akupunktur dan EFT. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota dr. Letizia, M.Kes. Turut hadir juga dalam acara tersebut pimpinan LKTM Palembang dr. Salilul Hulwan M, M.Kes beserta seluruh staf LKTM Palembang dan Pimpinan Puskesmas Kampus Palembang dr. Yuliarni, M.Kes beserta staf Puskesmas Kampus dan undangan dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumsel, Pengelola Program Yankestrad Dinas Kesehatan Palembang,  PDHMI Propinsi Sumsel,  SP3T Propinsi Sumsel,  IDI Propinsi Sumsel, IDI Kota Palembang, 13 Puskesmas Kota Palembang dan Tim EFT dari Jakarta.

Hari Kesehatan Nasional ke-51 LKTM Palembang

Acara ini dipandu oleh dr. Melania, M.Kes (staf Puskesmas Kampus Palembang) selaku pembawa acara.  Acara pertama adalah pembukaan yang dilanjutkan kata sambutan dari pimpinan LKTM Palembang. Dalam kesempatan ini dr. Salilul Hulwan M, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembinaan lintas program pengembangan kesehatan tradisional komplementer dalam rangka menyambut hari kesehatan nasional ke-51 dengan kegiatan pelayanan akupunktur dan EFT serta penyuluhan pemanfaatan kencur.  Selanjutnya kata sambutan yang mewakili Kepala Dinas Kota Palembang yaitu dr Letizia, M.Kes (Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Palembang). Beliau meyampaikan kata sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang yang menyatakan bahwa Dinas Kesehatan Kota Palembang sangat menyambut baik kegiatan ini. Beliau berharap dengan kegiatan semacam ini bisa lebih mengenalkan pengobatan tradisional komplementer kepada masyarakat terutama pengobatan akupunktur dan EFT serta pemanfaatan obat herbal.

Sebagai tanda dibukanya acara kegiatan ini diadakan minum herbal  bersama dengan Prof. Dr. dr. M.T. Kamaluddin, Sp. F (Ketua PDHMI), dr. Salilul Hulwan M, M.Kes (pimpinan LKTM Palembang), dr. Yuliarni, M.Kes,  dr. Melania, M.Kes  (Puskesmas Kampus Palembang), dr. Erda Guswanti, M.KM (Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan),  dr. Letizia, M.Kes, dr. Fauziah, dr. Alfarobi (Dinas Kesehatan Kota Palembang),  dr. Ria Anindita Meidina, M.Kes, dr. Febrika Widiasari dan dr. Hermanto (LKTM Palembang). Pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah agar lebih menggiatkan penggunaan herbal dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Acara ini ditutup dengan doa yang disampaikan oleh dr. Hermanto selaku staf LKTM Palembang.

Selanjutnya acara diteruskan dengan penyampaian materi dan demo tentang cara pembuatan obat batuk dengan menggunakan ramuan herbal. Dokter Febrika Widiasari dan dibantu dengan Mursida Resul, SKM dan Trizna Faradika, AmF yang merupakan tim dari LKTM Palembang mendemonstarsikan cara membuat ramuan herbal untuk mengatasi batuk ringan. Resep obat batuk herbal itu terdiri dari jeruk nipis 1 buah sedang (28 gr), kencur 6 buah (28 gr), jahe 2 iris (14 gr), bawang putih 2 siung (8 gr), madu 10 sendok teh, garam halus sejumput dan air panas ½ gelas (100 ml).

Cara membuat obat batuk herbal yaitu bersihkan dan cuci bahan dengan air bersih lalu potong kecil. Celor dengan air mendidih ½ gelas, dimakan sampai dingin. Blender bahan di atas dengan airnya, tambahkan sedikit garam. Saring dengan serbet putih/saringan teh digelas lalu biarkan seperempat jam. Pisahkan patih dan beningnya digelas lain. Ambil beningnya lalu tambahkan madu, aduk hingga menjadi obat batuk herbal yang menyegarkan.

Bila batuk hebat (kering/berdahak) tambahkan bubuk adas manis ½ sendok teh yang telah disangrai dan dicelor dengan 2 sendok air mendidih. Cara minum yaitu dewasa 1 sendok makan setiap jam. Khusus anak-anak cukup 1 sendok kecap manis ditambah ¼ buah perasan jeruk nipis.

Setelah selesai demo tentang cara membuat ramuan herbal untuk mengatasi batuk ringan dilanjutkan dengan demonstrasi EFT masal. Demo ini dipimpin oleh Bambang Wen selaku Ketua GISA (Gerakan Indonesia Sehat Alami) bersama dengan Ibu Nurita dan Eni dari Jakarta. Peserta yang hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Ada beberapa peserta yang berani naik ke atas panggung untuk menyampaikan kesannya setelah melakukan EFT masal ini. Dan menurut pengakuaannya dengan cara singkat ini sudah sangat berefek dengan berkurangnya keluhan pusing yang sering didertianya.

Selama acara pembukaan berlangsung, masyarakat yang hadir juga diberikan suguhan berupa puding kelor dan minuman kesehatan secang yang merupakan karya dari LKTM Palembang yang sedang membuat beberapa formula guna mengenalkan herbal kepada masyarakat.

Hari Kesehatan Nasional ke-51 LKTM Palembang

Setelah mengikuti pembukaan para peserta mulai mendatangi tempat pelayanan pengobatan. Pelayanan ini mulai pendaftaran dan sampai tindakan dilakukan oleh tim Kesehatan LKTM Palembang dibantu oleh Puskesmas Kampus Palembang. Pada pemeriksaan awal pasien (skrining) dilakukan oleh empat orang dokter yaitu dr. Ria Anindita Meidina, dr. Febrika Widiasari dan dr. Hermanto dari LKTM Palembang dan di bantu oleh dr. Fauziah dari Puskesmas Kampus Palembang. Khusus pada tindakan EFT dilakukan oleh tim Kesehatan dari Puskesmas Kampus Palembang.

Pelayanan ini berjalan dengan tertib dan semua pasien yang berobat dapat ditangani dengan baik . Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan bersedia mengantri sampai jam 10. Dari jumlah pasien tersebut rata-rata pasien yang berobat berumur 40 – 60 tahun dengan keluhan tebanyak adalah nyeri baik itu mialgia (nyeri otot),  LBP (nyeri punggung bawah) dan Osteartritis Genu (nyeri pada lutut).   Rata-rata pasien yang berobat dengan hipertensi dan Diabetes Melitus (kencing manis). Tindakan yang diberikan adalah akupunktur dan EFT.

Pelayanan berakhir sampai jam 11 WIB dan berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dengan pengobatan tradisional komplementer di Kota Palembang.