Tetap Sehat dan Cegah Penularan COVID-19 dengan L-K-T-M

Corona Virus Disease 2019 yang populer disebut COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) atau virus Corona. Muncul pertama kali di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok pada akhir Desember 2019 lalu, COVID-19 dengan cepat menyebar ke seluruh belahan dunia dalam hitungan beberapa bulan. Hingga pada tanggal 9 Juni 2020, jumlah konfirmasi terpapar COVID-19 di dunia mencapai 6.992.274 orang. Di Indonesia, kasus konfirmasi positif COVID-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020 dan terus bertambah hingga saat ini.

Virus Corona dapat menginfeksi semua kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia. Penyebaran infeksi virus Corona terjadi terutama dari orang ke orang melalui percikan-percikan (droplet) dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Orang lain dapat tertular jika menghirup percikan dari orang yang terinfeksi virus ini. Selain itu, percikan-percikan tersebut juga dapat menempel di benda dan permukaan lainnya seperti meja, gagang pintu, dan pegangan tangan. Orang juga dapat terinfeksi dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Karena COVID-19 ini sangat mudah menular, pengendalian utama penyebaran COVID-19 adalah dengan memutus mata rantai penularan melalui upaya promotif dan preventif. Upaya tersebut selalu gencar disosialisasikan ke masyarakat umum oleh berbagai pihak agar semua dapat tetap hidup produktif tanpa tertular COVID-19. Salah satu cara sederhana mencegah penularan COVID-19 adalah dengan L-K-T-M.

L         Laksanakan Protokol Kesehatan

Pemerintah telah menyusun protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, berbagai protokol kesehatan disosialisasikan terutama menjelang masa adaptasi kebiasaan baru (new normal). Protokol kesehatan bertujuan sebagai panduan masyarakat agar dapat menjaga diri sendiri dan orang lain dari penularan COVID-19.

Secara umum, dalam pelaksanaan protokol kesehatan, setiap individu diminta untuk konsisten menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sebisa mungkin tidak bepergian (stay at home). Jika harus keluar rumah maka tetap hindari kerumuman atau keramaian (social distancing), jaga jarak (physical distancing), sering cuci tangan pakai sabun atau minimal dengan hand sanitizer, menggunakan masker, dan juga melakukan pembersihan lingkungan dengan disinfektan secara berkala.

 

K         Kelola Stres

Pandemi COVID-19 bisa membuat orang menjadi cemas, stres, depresi, hingga memicu bunuh diri. Salah satu pemicu munculnya kondisi ini adalah isolasi selama masa pandemi. Selain itu, ketakutan tertular COVID-19, kehilangan pekerjaan, melihat orang-orang terdekat ada yang sakit atau bahkan meninggal karena COVID-19. Oleh karena itu, kelola stres menjadi penting dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 ini.Pada dasarnya, kelola stres sederhana untuk dilaksanakan, yaitu dengan menenangkan pikiran, berpikir positif, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tetap melakukan kegiatan sesuai minat dan kemampuan, beraktivitas fisik secara teratur, istirahat  cukup, mengembangkan hobi yang bermanfaat, dan juga diimbangi dengan meningkatkan ibadah. Poin penting lain kelola stres masa pandemi COVID-19 adalah dengan memilah pencarian informasi atau berita terkait COVID-19 dengan memastikan informasi berasal dari sumber yang terpercaya, misalnya akses informasi melalui kanal resmi https://covid-19.go.id/. Selain itu, jika ada keluhan, bicarakan (curhat) dengan orang yang dipercaya dan tetap berkomunikasi dengan teman-teman melalui media sosial atau aplikasi komunikasi kekinian lainnya.

 

T         Tingkatkan Imunitas Tubuh

 

Hingga kini obat spesifik untuk mengobati COVID-19 belum ditemukan. Vaksin pun masih dalam tahap penelitian sebelum diproduksi massal untuk mencegah COVID-19. Oleh karena itu, menghindari tertular COVID-19 adalah langkah bertahan yang paling mudah untuk dilakukan, yaitu dengan meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh.

Menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh tidak harus dengan cara yang mahal, bahkan dengan cara tradisional dan sederhana sekali pun kita dapat melakukannya. Dua cara mudah untuk menjaga dan meningkatkan imunitas serta dapat dijalani oleh semua orang adalah dengan memanfaatkan TOGA dan akupresur mandiri.

Manfaatkan TOGA

Leluhur bangsa Indonesia telah mewariskan jamu sebagai minuman sehat berkhasiat untuk pengobatan kondisi kesehatan tertentu dan juga untuk meningkatkan imunitas. Bahan untuk membuat jamu pun mudah dicari, misalnya kunyit, temulawak, jahe, bawang putih, temu mangga, buah dan daun jambu biji, meniran, sambiloto, dan pegagan yang semuanya termasuk dalam TOGA. Bahan-bahan tersebut memiliki zat aktif yang berpotensi sebagai antivirus, sangat baik untuk meningkatkan imunitas di masa pandemi COVID-19 ini. Proses pengolahan bahan-bahan TOGA yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas sekaligus antivirus tersebut menjadi jamu tidaklah sulit. Contoh proses pengolahan dapat dilihat di berbagai media, salah satunya adalah pada channel youtube Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) melalui link https://www.youtube.com/channel/UC59G-kDCHXOMJ9AJ-Q2HaEA.

Akupresur Mandiri

            Cara sederhana selain memanfaatkan TOGA untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan akupresur mandiri. Akupresur adalah teknik pengobatan melalui penekanan dengan menggunakan jari tangan pada titik akupuntur sebagai pengganti penusukan jarum. Akupresur dapat dilakukan sendiri dengan cara menekan titik-titik yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas sebanyak 30 kali penekanan dan dapat diulang 2-3 kali dalam sehari. Titik-titik tersebut adalah titik LR3, SP6, ST36, LI4, GV20, EX-HN3. Untuk lebih jelas mengenai akupresur mandiri dan lokasi titik-titik tersebut pada permukaan tubuh dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=aff_fZb4rAI&t

 

M        Makan Bergizi Seimbang dan Cukup Minum

 

Dahulu slogan empat sehat lima sempurna identik dengan gizi lengkap berupa makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah, dan susu. Di masa pandemi COVID-19 ini, slogan empat sehat lima sempurna kembali populer, tetapi dengan makna yang kekinian, yaitu pakai masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, olahraga, tidur teratur dan cukup, serta tidak panik. Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

Makanan yang bernutrisi menjadi penyempurna karena berperan penting untuk membangun daya tahan tubuh yang kuat agar terlindung dari infeksi virus dan juga memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh. Dalam program Isi Piringku yang dikenalkan oleh Kementerian Kesehatan dalam isi piring makan sehari-hari sebaiknya terdiri dari 2/3 dari ½ piring makanan pokok, 1/3 dari ½ piring lauk-pauk, 2/3 dari ½ piring sayuran, dan 1/3 dari ½ piring buah-buahan, dilengkapi juga dengan 8 gelas air putih sehari, aktivitas fisik 30 menit per hari, dan cuci tangan pakai sabun.

dibuat oleh

dr. Lathifah A. Rahmani